2012 sudah di penghujung tinggal hitungan jam kita pergi meninggalkan nya. Catatan manis hingga kelam terukir rapih disini, suka duka tersimpan raoih di dalam kotak dan tak bisa keluar hanya dapat diceritakan. Dinamika kelompok dan kehidupan memberikan warna baru yang indah tersendiri yang membuat cerita dan pengalaman menjadi bertambah. Resolusi awaltahun yang tertulis rapih tak semua nya dapat tertanda tangani dengan baik. Ingat, awal tahun lalu saya mencangkan sautu resolusi besar di tahun 2012 yaitu memulai suatu yang baru yang tak pernah di jalankan sebelumnya. Dan resolusi itu adalah kegiatan bisinis. Bisnisnya pun berupa jasa yaitu bisnis travel.
Waktu terus berjalan, hari demi hari, bulan demi bulan di lalui. Usaha yang tadi ingin sekali dijalankan dengan niat yang tulus dan ikhlas tetapi tak kunjung datang kesempatan. Saya pun tetap bersabar menunggu kapan kesempatan itu tiba menghampiri. Dan akhirnya calling pertama datang menanyakan mengenai charter bus. Saya angkat telepon itu dan saya layani dengan baik, dengan tidak memikirkan keuntungan yang sebesar besar nya yang didapat dari bisnis tersebut. Singkat cerita dalam kesempatan ini saya gagal. Bulan berkutnya datang, dan Allah memberikan kesempatan itu lagi, dan saya melakukuan hal yang sama dan lagi lagi hasil yang didapat juga sama kegagalan. Singkat cerita saya gagal berulang ulang kali dan sampai menemui titik dimana saya frustasi dan tak ingin melanjutkan mewujudkan resolusi saya.
Frustasi tak hanya diam, sembari frustasi saya belajar, kepada orang yang sudah senior dan mengintrospeksi diri dimana kesalahan saya. Lagi saya promosikan jasa saya lagi dan seperti alur tadi. Telepon berdering, pelanggan konsultasi, dan titik jelang kontrak mereka memutuskan untuk mundur, dan saya frustasi lagi. Saya pun putuskan untuk tidak melanjutkan dan jika saya lanjutkan itu hanyalah suatu kebetulan saja.
Lama setelah saya frustasi. Di awal bulan penghujung tahun 2012 lagi dan lagi kesempatan itu tiba. Kesempatan itu datang melalui ibuku sendiri yang sedang membutuhkan bus untuk keperluan wisata bagi instansinya. Awalnya saya menganggap ini hanya becanda, dan peluang saya lolos dalam tender ini kecil. Mengingat pilihan dari instansi ibu saya itu banyak. Melalui pembicaraan antara beliau dan rekan rekannya saya lihat ini serius, dan membuat semangat saya semakin menggebu geubu, saya pun tak setengah setengah menjalaninya, sehingga saya menjalarkan jasa saya dari yang hanya agent charter bus tetapi kali ini saya merangkap menjadi EO Tour dan menjadi Tour Leader. Beliau dan rekan rekannya pun menyetujuinya, dan dengan melakukan pengawasan yang ketat terhadap saya.
------
| Pilihan clien saya jatuh pada mobil ini |
Setelah saya seleksi PO Bus pariwisata yang saya gunakan dan Client saya pun menyetujuinya, saya teken kontrak dengan PO tersebut. Saya gk berpikir akan mengambil keuntungan berapa dari penjualan bus ini, yang saya pikirkan adalah saya deal dengan client itu saja. Setelah deal dengan sarana angkutan nya. Kerja saya belum selesai. Saya harus mencari penginapan untuk client saya. Kendalanya, saya belum tahu banyak mengenai wisata di daerah banten terutama anyer carita. Dunia ada di ujung jari saya, saya cari informasi melalui internet. Satu persatu hotel dan cottage saya hubungi, dan mereka menjawab telah penuh. Saya dibantu oleh pelanggan dalam membangkitakan semangat untuk terus mencari dan mencari cottage melalui internet. Lagi dan lagi gusti Allah masih bersama saya, saya diberikan kesempatan dengan ditunjukkannya cottage yang masih tersedia.
------
| Dinner dan Breakfast Warung padang |
Jumlah peserta saya kurang lebih 28 orang, sedangkan client meminta untuk menyewa satu cottage saja. Satu cottage berkapasitas 6 orang. Lagi saya berpikir keras dan melobi dengan keras. Singkatnya, jalur kiri saya ambil, saya melakukan pembohongan kepada pengelola cottage dengan memboking 2 cottage saja dan berkata bahwa peserta yang ikut hanya 12 orang saja. Nekat dalam hati saya dan berpikir "sudahlah liat nanti aja bagaimana". Saya dan rombongan tiba, dan saya check in bersama bendahara dari panitia. Pengelola pun terkejut bahwa yang datang lebihb dari 12 orang.Yaitu 22orang. Loby keras terjadi di malam itu, dan akhirnya pengelola mengijinkan untuk satu cottage dimuat 9 orang dan 12 orang. Saya jalani itu, konsekuensinya, yang terhitung di dalam include hanya 4 orang. Jadi di pagi hari hanya 4orang yang mendapat fasilitas breakfast. Dan sisanya warung pinggir jalan yang kami pilih.
-------
Pagi hari acara bebas, client berwisata pantai. Dan karena ini clientnya intasi ibu saya, jadi saya juga ikut larut dalam kegiata ini.hehe. Meskipun ini datang melalui ibu saya, tetapi saya berlakukan secara profesional. Saya pun menyimpulkan bahwa kesempatan itu datang dari orang terdekat. Ini merupakan langkah awal saya dalam memulai bisnis ini. Cerita tadi belum terbentuk sebesar biji jagung, jadi saya tak boleh sombong, saya pun merasa dalam tour itu masih banyak kekurangan. Tetapi saya akan terus berusaha lagi agar dapat melanjutkan kegiatan ini. Dan saya berharap, di tahun yang akan datang saya terus menjalankan usaha ini. Dan akan mencoba skala yang lebih besar. Ammiinn.
0 komentar:
Posting Komentar