Jengjjeeettttttt…………
Postingan baru setelah sekian
lama gak mempublish tulisan, karena beberapa tulisan lebih baik di simpan di
Hardi Disk ketimbang di publish.
Kali ini mau bercerita tentang
kebiasaan baru yang musti berangkat dan pulang “Bareng Ayam”. Tau kenapa
berangkat dan pulang bareng ayam? Ayam itu kalo keluar kandang ketika fajar
sedang naik ke peraduannya lalu ayam kalau pulang kerumah ketika fajar turun
dari peraduannya. Yaa bahasanya berangkat pagi pulang petang.
Hal ini dilakukan karena sedang
magang mahasiswa akhir. Emang magang dimana, kok bisa berangkat pagi pulang
sore? Kita orang magang di ujung Jakarta. Kota administratif yang terkenal sama
kemacetannya, polusinya, pelabuhannya, sampai kecelakaannya. Yup, Jakarta
Utara. Kita orang magang di Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta
Utara. Jauhkan? Keren kan? Hal macam ini musti kita ambil bro, buat sesuatu
yang baru. Secara dari lahir sampe kuliah lingkup masih di Jakarta Timur. Ya
meski status masih kuliah tapi sedang mencicipi menjadi comuter yang jaraknya 30KM.
| P AC 07 Sedang berada di lajur Terminal Kp. Rambutan |
Setelah berangkat pagi pulang
sore, hal baru yang kita orang rasakan adalah berangkutan umum. Setiap hari
naik bis patas AC, meninggalkan motor di terminal lalu kita orang naik bis
Patas AC nomor 07 Jurusan Kp. Rambutan- Tj. Priok. Hal ini dilakukan karena
jarak yang cukup jauh dari rumah, waktu tempuh yang hampir sama dengan
berkendara sepeda motor. Waktu tempuh sama naik motor, kenapa gak pilih motor? Naik
motor kan juga pake tenaga, otak, dan pikiran. Belum lagi akibat- akibat yang ditimbulkan
dengan berkendara itu. Memang kalo naik motor bisa jauh lebih irit dan
berangkat bisa agak siangan, tetapi dampak lain yang tidak mau saya terima. Berangkat
agak lebih pagi, bayar Rp. 10.000, duduk di kursi, bis berangkat, tidur lagi. Kalo
naik motor kan beli bensin Rp. 20.000, duduk di kursi, tangan pegang stir, mata
melihat, konsentrasi. Coba bayangkan perbandingannya perjalanan dua jam yang
naik bis dua jam bisa tidur pikiran berisitirahat sehingga fresh sampe kantor,
yang naik motor dua jam berpikir sampe kantor juga berpikir, pikiran fresh nya
tadi sesaat di jalan. Yaa itulah perbandingan yang jadi acuan saya kenapa saya
pilih bis sebagai angkutan menuju tempat magang.
Itulah kebiasaan baru saya selama
magang ini. mudah- mudahan kebiasaan ini berlaku ketika saya bekerja
sesungguhnya.
0 komentar:
Posting Komentar